2.23.2018

MUSUH NABI ADALAH ARAB

Gus Nuril Arifin menambahkan 12 foto baru.
PELURUSAN SEJARAH ISLAM
Sesungguhnya, "MUSUH NABI ADALAH ARAB"
( "Saya Nukilkan Tulisan bagus ini sebagai bahan perenungan, agar kita tidak semakin menjadi jadi saling bermusuhan di negeri tercinta Nusantara ini.Semoga orang NU faham,sehingga tidak lagi ikut ikutan bela belaan yang tidak jelas,dan penuh dengan pemburan syahwat politik rendahan" ...gn )
Ulasan kali ini adalah PELURUSAN SEJARAH ISLAM yang WAJIB dibaca Muslim (non muslim pun boleh baca untuk menambah pengetahuan), yang mana bangsa Arab melakukan PEMBUNUHAN SISTEMATIS terhadap keluarga Nabi Muhammad dari garis anaknya Siti Fatimah.
KAFIR DALAM ALQURAN ADALAH ARAB QURAISH
Berdasarkan Azbabun Nuzul (sebab turun ayat) Al-Kafirun, dan banyak lagi ayat-ayat lain dalam Al-Quran, yang dimaksud Allah dengan "kafir" adalah BUKAN Yahudi, BUKAN Nasrani, melainkan ARAB SUKU QURAISH yang mengingkari dakwah Rosulullah.
Karena perjuangan nabi Muhammad SAW mendakwahkan Islam mendapat perlawanan paling sengit bukan dari Yahudi, bukan dari Nasrani, tapi dari ARAB QURAISH KLAN UMMAYAH yang dipimpin oleh Abu Sofyan, ayah dari Muawiyah I (pendiri dinasti Ummayah), yang pada saat itu Abu Sofyan menganggap dakwah Rosulullah menjadi ancaman terhadap kestabilan sosial politik di wilayah Mekah.

12.26.2017

Rainbow Currency 27 Desember 2017 - jam.01:57 WIB selasa dnhari


Rainbow Currency is traded on selected exchanges:
1 Twinkle (TWNKL) = US$0.205 (+1,950.0%)

Token Address: 0xfbd0d1c77B501796A35D86cF91d65D9778EeE695


10.22.2017

Kalahkan Soeharto, Jokowi Jadi Presiden Paling Banyak Bangun Tol

Presiden Joko Widodo (Jokowi) benar-benar merealisasikan target untuk membangun konektivitas dan infrastruktur di Indonesia dalam masa tiga tahun kepemimpinanya. Salah satu proyek infrastruktur yang terbangun adalah jalan tol.


Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Kantor Kepala Staf Kepresidenan, Rabu (18/10/2017), mengatakan saat ini jalan tol yang dibangun pemerintah sudah banyak. Bahkan, panjang jalan tol yang dibangun di masa pemerintahan Joko Widodo telah memecahkan rekor.

"Jadi jalan tol yang sudah dibangun di pemerintahan Pak Jokoiwi-JK itu paling banyak dari sebelum-sebelumnya, panjangnya 568 kilometer (km)," kata Luhut.

Dari data yang Luhut paparkan, dalam kepemimpinan Presiden Soeharto selama 32 tahun, hanya 490 km jalan tol yang berhasil terbangun. Sementara di era kepemimpinan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono total jalan tol yang dibangun sepanjang 212 km.

Beberapa presiden lainnya nampaknya tak mampu berbuat banyak dalam membangun infrastruktur jalan tol ini. Terbukti di era Presiden Megawati Soekarno Putri, hanya 34 km yang terbangun, di era Presiden Presiden BJ Habibie hanya 7,2 km, dan bahkan saat Indonesia dipimpin Presiden Abdurrahman Wahid hanya 5,5 km jalan tol yang terbangun.

"Saya suka kinerja Pak Basuki itu, tidak banyak omong tapi jalan terus pembangunan," tegas Luhut.



Era Jokowi Paling Banyak Bangun Jalan Tol
Metrotvnews.com, Jakarta: Pembangunan infrastruktur, khususnya tol, terus menjadi prioritas pemerintah guna mendorong pemerataan daerah dan memajukan perekonomian nasional.

Tercatat, sejak awal pemerintahan hingga 2016, panjang tol yang telah dibangun pemerintahan Joko Widodo mencapai 176 kilometer (km). Jumlah itu jauh di atas capaian pembangunan tol pada masa pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.
Pada tahun ini, ruas tol yang telah terbangun secara menyeluruh dan siap dioperasikan ditargetkan mencapai 568 km.

"Sejak tol pertama di era Presiden Soeharto dibangun pada 1978 hingga 1998, selama 20 tahun, hanya 490 km," ujar Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Endra Saleh Atmawidjaja, Senin 12 Juni.

Baca: Jokowi Fokus Bangun Infrastruktur Genjot Perekonomian

Sementara itu, pada masa pemerintahan periode presiden BJ Habibie, tol yang terbangun hanya 7,2 km. Di era Abdurrahman Wahid, ruas tol yang terbangun 5,5 km. Sementara itu, pada masa Megawati Soekarno Putri, panjang tol yang dibangun ialah 34 km.

"Pada masa SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) yang 10 tahun memerintah hanya 212 km," tuturnya.

Endra menekankan pembangunan infrastruktur jalan tidak bisa hanya terpusat di Jawa saja, tetapi juga di pulau-pulau besar lain, seperti Sumatra dan Kalimantan.

"Ini tidak sekadar jalan, tapi menyangkut ketahanan pangan dan kualitas hidup masyarakat. Dengan akses jalan yang baik, pengangkutan logistik akan berjalan dengan lancar dan kegiatan ekonomi pun bisa terangkat," tandasnya.

Baca: Jokowi: 70 Tahun, Indonesia Baru Punya 840 Km Jalan Tol

Kerja positif pemerintahan Jokowi itu berkorelasi dengan tingkat kepuasan masyarakat.

Berdasarkan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) baru-baru ini, sebanyak 74,8 persen dari 1.350 responden dari seluruh Indonesia mengakui arah perjalanan bangsa Indonesia kini sudah benar.

Sebanyak 40,5 persen responden merasa kondisi perekonomian membaik ketimbang tahun lalu. Kinerja pemerintah di bidang politik, penegakan hukum, dan keamanan juga baik di mata masyarakat. (Media Indonesia)