10.23.2022

Mengenal e-CNY, Dompet Yuan Digital China

 


JAKARTA - China baru saja meluncurkan versi percontohan dari aplikasi dompet yang dijuluki, e-CNY. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan dan bertransaksi dengan yuan digital.

 

Jadi apa itu yuan digital dan e-CNY? Perlu diingat, yuan digital bukanlah mata uang kripto, ini dikembangkan oleh People's Bank of China (PBOC) untuk menggantikan uang kertas dan koin.

 

Dengan demikian, ini bukan bentuk pembayaran terdesentralisasi, juga tidak akan beroperasi di blockchain. e-CNY pada dasarnya adalah uang tunai fisik yang diubah menjadi bentuk digital, dan telah bekerja sejak 2014.

 

Menurut CNBC Internasional, distribusi mata uang digital akan dilakukan menggunakan proses dua tahap yang mentransfer e-CNY dari PBOC ke bank komersial. Kemudian bank akan mendistribusikan mata uang langsung ke konsumen.

 

Karena e-CNY bukanlah mata uang yang terdesentralisasi seperti bitcoin dan cryptocurrency lainnya, e-CNY tidak memiliki privasi yang serupa.

 

Dari laporan yang beredar, e-CNY bisa menggunakan anonim sebagai pemilik, yang berarti pengguna dapat memilih untuk menyembunyikan identitas mereka dari siapapun, tetapi masih akan membiarkan pihak berwenang memonitor transaksi untuk mencegah kegiatan ilegal seperti pencucian uang.

 

Melansir The Verge, Rabu, 5 Desember,  China sendiri sudah memiliki aplikasi pembayaran digital seperti WeChat dan AliPay. Tak sedikit pula orang-orang di sana yang memanfaatkan aplikasi ini.

 

Tampaknya tidak mungkin bagi orang China ingin beralih ke yuan digital, tetapi China telah bekerja keras untuk mempromosikannya.

 

Dalam dua tahun terakhir, kota-kota di seluruh China bahkan telah mendistribusikan total 10 juta yuan digital kepada orang-orang di Shenzen pada Oktober 2020, 20 juta yuan digital di Suzhou pada Desember 2020, dan 40,2 juta yuan digital di Chengdu pada Februari 2021.

 

Bloomberg melaporkan saat meliput pameran dagang di Beijing, mereka menemukan orang asing dapat mendaftar untuk akun e-CNY menggunakan paspor dan nomor telepon mereka, serta mengonversi mata uang asing ke e-CNY.

 

Kemungkinan besar ini merupakan strategi China dalam memanfaatkan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 yang semakin dekat untuk memberikan kemudahan bagi pengunjung melakukan pembayaran. Aplikasi ini sudah tersedia secara terbatas di Android dan iOS China.

 

 

SUMBER ;

https://voi.id/teknologi/120931/mengenal-e-cny-dompet-yuan-digital-yang-baru-saja-diluncurkan-china

 

 

CINA Yuan Digital

 


Seputar e-CNY Yuan Digital

 

Mengutip dari South China Morning Post, People's Bank of China (PBoC) pekan ini baru saja meluncurkan CBDC miliknya yaitu e-CNY atau Yuan Digital dalam bentuk aplikasi yang telah tersedia di App Store dan juga Google Play Store.

 

 



e-CNY tersebut nantinya akan memudahkan pengguna untuk dapat menyimpan dan membayar yuan keseluruh merchant yang tersedia di China baik dalam bentuk QR Code atau semacamnya.

Gubernur PBoC Yi Gang juga memberi imbuhan bahwa e-CNY tersebut telah tersedia diberbagai kota yang terletak diseluruh penjuruh China diantaranya Beijing, Shenzhen, Suzhou, Xiongan, Chengdu, Shanghai, Hainan, Changsha, Xian, Qingdao dan Dalian.

Pengaplikasian Yuan Digital ini sendiri dinilai sebagai upaya transformasi uang kartal menjadi uang digital yang sebenarnya sudah tercetus sejak tahun 2014.

Namun pada saat itu PBoC masih memiliki hambatan dalam interoperabilitas seiring dengan minimnya kontribusi. Berbeda dengan tahun ini dimana beragam implikasi hadir, baik dari berbagai perusahaan teknologi hingga jaringan ritel.

Sebagai contoh, layanan aplikasi WeChat dan Alipay yang juga memberi gelagat atas dukungannya terhadap keberadaan e-CNY dengan melakukan uji coba atas pembayaran seluler lewat yuan digital tersebut.

Dikesempatan lain, salah satu ritel yang berpusat di Beijing yaitu JD.Com, Inc. juga diketahui telah menyediakan opsi pembayaran dalam bentuk yuan digital, bahkan sudah dilakukan dalam setahun terakhir.

Yi Gang juga menambahkan alasan dibalik tanggal peluncuran e-CNY ini sebenarnya berdekatan dengan salah satu momentum yaitu Olimpiade Musim Dingin 2022 yang direncanakan akan terselenggara di China mulai 4 Februari 2022 hingga 20 Februari 2022.

Dengan itu, Yi Gang berharap rasanya dapat memperkenalkan e-CNY secara lebih komprehensif, terlebih e-CNY ini juga dapat diakses oleh orang asing yang ingin mengonversi mata uang asing kedalam yuan hanya dengan melampirkan paspor dan nomor telepon.

Gimana tanggapanmu, Be-emers?

 

SUMBER;

https://bisnismuda.id/read/5134-yusuf-ridhwan/china-resmi-perkenalkan-cbdc-miliknya-bernama-e-cny

 

10.20.2022

Jenderal Andika: 18.000 Personel Disiagakan untuk Amankan KTT G-20

 


Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan pihaknya mulai mempersiapkan pengamanan menjelang KTT G-20 di Bali. Rencananya sekitar 18.000 personel gabungan dilibatkan dalam kegiatan pengamanan tersebut.

 

"Secara total kami menyiapkan sekitar 18.030 personel gabungan. Dari jumlah itu, selain TNI ada sekitar 3.200 personil Polri, dan sekitar 492 dari institusi lain," kata Panglima Andika dalam keterangannya, Kamis, (20/10/2022).

 

Panglima TNI merencanakan pembagian para personel sesuai dengan kebutuhan. Kemudian terkait venue G-20, nantinya akan ada kementerian maupun lembaga yang punya tanggung jawab dalam mempersiapkannya.

 

"Tugasnya berbagai macam, ada satgas yang menempel ke VVIP 42 kepala negara. Jadi kita siapkan paket pengamanan seperti satgas laut dan satgas udara," paparnya. Dikatakan, satgas laut akan melibatkan 12 KRI yang ditempatkan di lingkaran Pulau Bali. Selain melakukan pengamanan teritorial laut, satgas itu juga mendampingi kapal-kapal laut negara lain yang ikut melakukan pengamanan.

 

Satgas udara, lanjur Andika, TNI menyiapkan beberapa pesawat. Untuk pesawat tempur terdapat empat unit yakni Sukhoi dan F16. Kemudian, terdapat sebanyak 13 helikopter dari AU, AL, dan AD. Pesawat jenis lain yang disiapkan, yakni dua unit Hercules yang diperuntukan satu unit untuk medis dan satu unit lainnya sebagai pesawat angkut. Kemudian, terdapat dua unit pesawat Boeing yang difungsikan sebagai pesawat pengintai.

"Kesiapan armada itu disebar di 19 pangkalan udara dan satu pelabuhan," paparnya.

 

Dikatakan, menjelang pelaksanaan KTT G-20, para personel ikut dipersiapkan dan kemudian pengarahan sesuai kebutuhan penyelenggara maupun pemerintah.

 

"Ya kami intinya akan menyiapkan mereka, kemudian briefing persis seperti apa yang diinginkan oleh penyelenggara maupun pemerintah sehingga benar-benar bisa menjadi tuan rumah lah, kan ini teamwork jadi tuan rumah yang memang membuat para tamu peserta yang hadir ke KTT G-20 ini merasa terlayani, tetapi juga aman," tegas Andika Perkasa.

 

SUMBER; https://www.beritasatu.com/news/991553/jenderal-andika-18000-personel-disiagakan-untuk-amankan-ktt-g20